I Remember…
Gila! Dulu waktu jaman SMA dan kuliah, temen-temen sering becanda mengenai “bagaimana ya kita nanti kalo sudah pada nikah, sudah pada punya anak trus ketemuan…bla…bla…”. Ujung-ujungnya percakapan itu cuma jadi lelucon segar pada moment itu. Dan biasanya ujung dari topik tersebut hanyalah joke seputar teman-teman tentang khayalan itu.
Dan, seperti baru kemarin, sekarang ini semua khayalan itu sudah terjadi. Tadi malam habis jalan cari dinner, saya bersama istri dan bayi 1 tahun kami, kita mampir ke rumah seorang teman lama yang sekarang back to Makassar. Sudah punya istri juga dan seorang putra berusia 2 tahun lebih dikit.
Dan percakapan mengenai rumah tangga, anak-anak, pendidikan anak bahkan susu anak pun mendominasi percakapan 2 jam kami. Tentu saja diselingi dengan cerita mengenai teman-teman yang lain dan juga sesekali mengenai lokasi rumah yang enak untuk dijadikan tempat tinggal sekarang. Tapi intinya adalah, berbeda jauh sekali dengan jaman jahiliyah dulu. Apalagi jaman kegelapan waktu kuliah dan setiap satu semester berlalu, saya harus melihat IP “nol-koma-sekian” atau paling banter “satu-koma-sekian” di rapor saya dimana pada saat itu dunia selalu terlihat lebih gelap dari biasanya. Syukurlah, sekarang kondisi itu sudah berbalik 180 derajat.
Masa lalu adalah sejarah yang menyimpan kenangan, masa depan adalah ilusi yang menyimpan harapan. Yang betul-betul kita miliki hanyalah hari ini, dalam genggaman. Waktu…satu-satunya milik kita yang paling berharga.
Today…is the best day of my life.